:::: MENU ::::

Sabtu, 13 Juli 2019

Belajar Semangat dari Abah Endang Si Penjual Asongan

Tidak ada yang pernah tahu garis nasib seseorang. Anda hanya bisa berusaha dan segala ketetapan hanya dari Tuhan. Apapun yang terjadi di dalam hidup Anda tetap harus bisa menghadapinya dengan baik dan tersenyum. Mari sejenak belajar semangat dari cerita Abah Endang si Penjual Asongan.

Semangatnya Abah Endang sebagai Penjual Asongan

Endang Dana adalah nama lengkap Abah Endang. Usia laki-laki ini adalah 75 tahun. Beliau menjadi pedagang asongan di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Sekalipun usianya sudah uzur dan sudah terlihat lemah namun ia tetap tersenyum manis setiap kali menjajakan dagangannya.

Wajahnya yang keriput tak membuatnya terlihat seperti orang tua yang tidak berdaya. Anda tentu tahu risiko penyakit yang bisa terjadi di usia lanjut dengan aktivitas berat dan membuat tubuhnya kelelahan. Beberapa penyakit yang bisa saja dialami Abah Endang adalah hipertensi, stroke, paru-paru, dan radang sendi.

Melihat semangatnya berdagang Abah Endang seakan tidak takut dengan adanya penyakit tersebut. Melihat dari aktivitasnya paling tidak ia bisa saja terkena radang sendi. Namun sejauh ini ia tetap bisa berdagang seakan dalam kondisi tubuh yang sehat.

Setiap hari saat berjualan Abah Endang menggunakan celana dari kain katun dengan warna krem dan kemeja tangan panjang yang sudah terlihat lusuh. Sama sekali tidak ada rasa malu di matanya. Ia malah bangga karena tidak menjadi pengemis dan masih berusaha mencari uang sendiri.

Sesekali Abah Endang akan menjajakan dagangan asongannya ke pengendara yang ada di SPBU Jatinangor. Dia tidak pernah merasa minder atau pun menyerah untuk berdagang, sekalipun dagangannya hanya sederhana. Tidak banyak jenis yang ia jual.

Isi dari dagangan Abah Endang yaitu ada kacang tanah, telur puyuh, kedondong, dan buah naga yang sudah dipotong kecil-kecil. Semuanya sudah dibungkus plastik kecil dan digantung di alat asong yang ia buat sendiri. Tidak peduli teriknya panas ia tetap berdagang dengan senyuman yang terus mengembang. Senyuman adalah modal terbesar yang dimiliki oleh Abah Endang.

Entah ada yang membeli atau tidak Abah Endang tetap menawarkan dagangannya. Anda tentu tahu berdagang bukanlah pekerjaan yang mudah apalagi dagang asongan. Bukan tidak mungkin Abah Endang merasa kelelahan, tetapi semangatnya bisa mengalahkan rasa lelah setiap harinya.

Ketika tubuhnya terasa lelah, Abah Endang akan duduk di pinggir area SPBU dengan dagangannya. Dia tidak pulang ke rumah tetapi tetap berusaha mendapatkan uang dari dagangan asongannya. Abah tetap tersenyum di bawah teriknya panas. Baginya senyuman dapat meringankan beban yang terasa. Ketika tersenyum persoalan hidup seakan menjadi ringan.

Pemberian Wakaf Layak untuk Abah Endang

Melihat dari kesederhanaan dan kesusahan hidup yang dijalani Abah Endang, Anda tentu terketuk hatinya untuk memberikan bantuan. Bisa diberikan dalam bentuk wakaf yang sedang dijalankan oleh asuransi wakaf. Anda bisa mendaftarkan nama Abah Endang untuk menjadi bagian yang berhak mendapatkannya.

Hanya saja untuk hal ini tentu disesuaikan lagi dengan kriteria dari pihak asuransi. Jenis wakaf apa pun yang diberikan kepada Abah Endang tentu akan membuatnya bahagia. Senyumnya tentu akan mengembang lebih lebar dan akan membuat Anda bisa belajar dari caranya ikhlas menjalani hidup.

Jika Anda membutuhkan informasi tentang asuransi wakaf bisa langsung mengunjungi website allianz.co.id. Buat Anda yang sudah menjadi nasabah atau sudah memiliki polis di Allianz bisa menanyakan program wakaf ini ke pihak asuransinya. Ikut serta sekarang juga karena program ini sekaligus mengajak Anda untuk beramal.

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us